Monday, January 11, 2010
white princess
"ah, maaf...aku nggak liat kamu lewat, aku lagi buru-buru"
"mmM~ enggak apa-apa kok" muka ku memanas, aku bisa merasakannya.
"aku pergi dulu ya"
"ah! mau ke mana?"
"aku harus mengantar kostum drama ke ruang seni lantai 3"
"aku bantu ya..."
"tidak usa-"
aku segera mengambil separo lebih bawaan Iluna dan berjalan di sampingnya menuju ruang seni, hatiku sedang berbunga-bunga hari ini.
"terimakasih, aku jadi tak enak"
"nggak apa-apa, aku sedang tidak ada kerjaan"
"kenapa nggak pulang?"
"eh,,,aku...baru selesai remidi, tapi bis sekolah sudah pulang"
"kalau mau ikiut mobilku sehabis ini tidak apa-apa, sopir yang menjemput"
"eE~ tidak usah, bis brikutnya jalan sejam lagi"
"benar?"
"iya"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
hari-hari berikutnya aku semakin dekat dengan Iluna, hal itu benar-benar membahagiakan, aku menaruh harapan besar pada cintanya, dan aku berencana me'nembak'nya pada tgl 14 maret, ya white day. pada hari itu adalah saat untuk membalas 'cinta kasih' yang sudah di berikan seorang cewek ke kita (kaum laki-laki) pada hari valentine, sebulan sebelumnya
dua hari sebelum white day, aku bersama Iluna sedang berada di mall sepulang sekolah. kami menyerbu food court karena sudah sangat lapar,
"sebentar lagi white day," aku membuka pembicaraan
"ehm,, iya...."
mendengar kata 'white day' entah kenapa aku merasakan Iluna berubah murung,
"ada masalah?"
"ah! tak apa-apa"
"ceritakan saja...kita sudah berteman baik bukan"
sejenak ia terlihat menimbang-nimbang, akan kah di ceritakanya apa yang mengganjal pikirannya, aku hanya menatapnya lembut, berusaha membuatnya nyaman, itu yang selalu aku inginkan...tak berapa lama setelah terlihat lebih mengontrol emosinya, Iluna memulai cerintanya...
'cerita ini bermula 3 tahun lalu, saat aku masih kelas 8 SMP... aku menyukai kakak kelasku, entah apa yang kusukai darinya saat itu, sampai sekarang kalau ditanya, aku tak bisa menjelaskan, aku senang melihat dia tersenyum, aku senang kalau dia ada...tanpa kusdari, dialah orang yang selalu kunanti-nanti,,
dan valentine pun tiba, ak membuatkan coklat untuknya....aku belajar membuat coklat, dan senang sekali melihat hasil jerih payahku, dengan perasaan campur aduk, kuberikan coklat itu padanya, saat itu dia tak berkomentar apa-apa, rasa kecewa tentu saja menjalariku..tak lama tentunya, jawabanku datang saat white day, dia memberiku bando dengan pita putih ini, yang kau tahu? ini bando favoritku, dia mengatakan mempunyai perasaan yang sama terhadapku dan menanyakan apa aku mau jadi pacarnya, tentu saja aku mau, hal itu adalah hal terindah dalam hidupku...
sekitar setahun kami berpacaran, dan tiba saatnya kelulusan. aku tak suka hari itu, dia mengatakan padaku akan melanjutkan studinya ke luar negeri, aku tak bisa menjawab, saat itu aku hanya menangis...dia menghiburku, mengatakan akan kembali dan sampai saat itu aku berjanji akan menunggunya, aku tak menduga rasanya sekitar 8 tahun tanpa dia, tak bisa bertemu...
sebulan setelah dia tinggal di luar negeri, aku tak pernah lagi mendapat kabar darinya, saat itu aku sudah seperti orang gila, kehilangan semangat hidup, aneh! dia benar-benar menjadi alasanku untuk bersemangat tiap harinya...hingga aku memasuki bangku SMA, ak masih memikirkanya setiap hari, membayangkan dirinya...dan Oktober lalu, aku mendapat kabar, dia sudah pergi...dia tak menepati janjinya padaku, tak ada lagi hari-hari dengan senyumnya, tawanya, suaranya yang selalu aku rindukan, sungguh ak tak menyangka, pertemuan terakhir kami di bandara, saat aku melepasnya ke US...'
dan tangis Iluna tak dapat kuhentikan, juga tangisanku dalam hati...
"kau tak-"
aku sulit melanjutkan kata-kataku, tenggorokanku tercekat...
"berpikir untuk mencari laki-laki lain? tidak kurasa, tidak untuk sekarang...atau beberapa tahun kedepan"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
aku memandangi kartu ucapan kecil berwarna pink dari Sikka valentine lalu, ingatan-ingatan sebulan ini sungguh membuatku sakit untuk mengingatnya, dan aku tau tak mungkin untuk terus terjerumus dalam kepahitan. besok aku akan memberikan sesuatu pada Sikka, mungkin sekarang ini hanya untuk sahabat yang kusayangi,,
kedepannya, cinta baru akan terus menanti, aku yakin itu...
0 komentar:
Post a Comment