Thursday, December 24, 2009
semalem waktu lagi mayan" nya deket,,
akhirnya bisa lagi seakrab itu stla lama,,,
sambil smsn ma dn ak buka" e-mail,
kebetulan papa mau nitip kirim greeting cards bwd sodara"
ternyata mail box ku nerima skitar 11 mail baru.
dari mpek liang....
penasaran kubuka satu"
sampai satu e-mail, yang isinya mungkin cuma iseng" si pembuat
tapi menarik :
"Tukang tempe tertantang tukang tahu"
Takkala temperatur terik terbakar terus, tukang tempe tetap tabah,
"Tempe-tempe", teriaknya. Ternyata teriakan tukang tempe tadi
terdengar
tukang tahu, terpaksa teriakannya tambah tinggi, "Tahu-tahu-tahu!"
"Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya terkenal!!", timpal
tukang tempe. Tukang tahu tidak terima,"Tempenya tengik, tempenya
tawar,tempenya terjelek!"
Tukang tempe tertegun, terhenyak, "Teplakkk...!" tamparannya tepat
terkena tukang tahu. Tapi tukang tahu tidak terkalahkan, tendangannya
tepat terkena tulang tungkai tukang tempe.
Tukang tempe terjengkang tumbang! Tapi terus tegak, tatapannya
terhunus tajam terhadap tukang tahu. Tetapi, tukang tahu tidak
terpengaruh tatapan tajam tukang tempe tersebut, "Tidak takut!!!"
tantang tukang tahu.
Tidak ternyana tangan tukang tempe terkepal, tinjunya terarah, terus
tonjokkannya tepat terkena tukang tahu, tak terelakkan! Tujuh
tempat terkena tinjunya, tonjokan terakhir tepat terkena telak.
Tukang tahu terjerembab. "Tolong... tolong... tolong...!", teriaknya
terdengar tinggi. Tetapi tanpa tunda tempo, tukang tempe teruskan
teriakannya, "Tempe... tempe.... tempe...!
TAMAT - Tobat, Tak Tersisa Tulisan T
aku, papa, mama, n tentunya vincent ketawa mbacanya....
sambil aku membatin, akhirnya iseng" jga ak tarik kesimpulan buad crita ini :
mungkin kita harus kaya tukang tempe itu,, mempertahankan haknya, n gak menyerah dgn mudah
tapi akhirnya, jgn di pikir banyak" deh,, sama kaya crita tukang tempe ini, blog gwa juga iseng"~
0 komentar:
Post a Comment